LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi http://libraria.fppti-jateng.or.id/index.php/lib <p>Journal ilmiah membuat tentang kepustakawanan, informasi dan dokumentasi</p> FPPTI Jawa Tengah en-US LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2088-7310 Disrupsi dan Eksistensi Pustakawan di Jaman Teknologi Informasi http://libraria.fppti-jateng.or.id/index.php/lib/article/view/50 <p>Librarians, those who work in libraries or similar institutions and have formal<br>library education (at least D2 perpustakaan.Disrupsi / dis * rup · si / n according to the Indonesian Big Dictionary means : the thing is revoked from the root. Disruption (disrupsi) situations in which industrial world movement or work competition is no longer linear, changes are very fast, fundamentally by ruffling old patterns of order to create new order Librarians are one of the professions that will be disrupted by changes in information technology.<br>In the era of information technology, the role of librarians is needed in information literacy. As we know that information literacy is a person’s ability to recognize when information is needed as well as a set of skills a person has in finding, discovering, analyzing, evaluating, and communicating<br>information that functions in meeting the information needs that will solve various problems. So librarians should be able to provide skills to a person to be able to access and obtain information about their health, the environment, their education, their work, etc., guide the pemuska in making the right decisions about their lives, and be more responsible for the health and education of the user, so that pemustaka able to take decisions, become human learners in the information age, and able to create new knowledge.</p> Dwi Astutiningsih ##submission.copyrightStatement## 2018-11-30 2018-11-30 1 7 Kompetensi Pustakawan Perguruan Tinggi dalam Menghadapi Perubahan Generasi Pengguna Perpustakaan http://libraria.fppti-jateng.or.id/index.php/lib/article/view/51 <p>Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, perpustakaan kini menghadapi perubahan generasi pengguna perpustakaan. Sejak abad 21 menjadikan segalanya virtual, maka perpustakaan dan pengguna perpustakaan<br>mulai berubah menjadi virtual pula. Kompetensi pustakawan menjadi penting, karena perubahan tersebut. Dibutuhkan pustakawan yang menguasai teknologi informasi untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna. Disamping itu pustakawan pada era ini harus memiliki karakter, kompetensi dan kemampuan literasi.</p> Enny Anggraeny ##submission.copyrightStatement## 2018-11-30 2018-11-30 9 18 Meningkatkan Citra Perpustakaan Perguruan Tinggi: Modern Building, Librarian Competencies, dan ICT (Information And Communication Technology) http://libraria.fppti-jateng.or.id/index.php/lib/article/view/52 <p>Perpustakaan merupakan salah satu sarana pembelajaran dengan tujuan mencerdaskan bangsa mempunyai peranan penting sebagai jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan yang sekaligus menjadikan perpustakaan<br>sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan dan mengasyikkan. Oleh karena itu perlu dibangun citra perpustakaan agar dapat berkembang dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pengguna pada era globalisasi ini. Citra perpustakaan akan membawa dan mengembangkan citra institusinya.<br>Dalam mengembangkan citra, perpustakaan berusaha meningkatkan<br>layanan yang sesuai standar yang telah ditetapkan, khususnya perpustakaan perguruan tinggi.</p> Muhammad Zainal Gazali Albaar Fuad Wahyu Prabowo ##submission.copyrightStatement## 2018-11-23 2018-11-23 19 29 Pemanfaatan Layanan Smart OPAC di Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung http://libraria.fppti-jateng.or.id/index.php/lib/article/view/53 <p>Smart-OPAC merupakan salah satu layanan unggulan Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang didisain untuk memudahkan pemustaka dalam penelusuran informasi yang dapat diakses melalui jaringan<br>internet yang terdapat pada perangkat komputer dan Smartphone. Layanan ini meliputi penelusuran informasi koleksi, riwayat peminjaman<br>dan pengembalian serta perpanjangan peminjaman koleksi secara online. Disamping murah, layanan ini juga memudahkan pemustaka dalam penelusuran informasi secara cepat, dimanapun dan kapanpun tanpa harus mengunjungi perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan dan harapan pemustaka terhadap layanan Smart-OPAC di Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang telah mengikuti sosialisai layanan Smart-OPAC yang berjumlah sekitar 280 orang. Jumlah sampel sebanyak 80 orang ditentukan dengan rumus Slovin dengan asumsi batas toleransi kesalahan sebesar 9,5%. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik sampling aksidental. Hasilnya menunjukan kecenderungan positif kepuasan pemustaka terhadap hadirnya layanan Smart-OPAC di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan diharapkan layanan tersebut bisa diperluas lagi cakupannya.</p> L. Nailah Hanum Hanany ##submission.copyrightStatement## 2018-11-23 2018-11-23 31 48 Promosi Layanan Perpustakaan Melalui Komunikasi “Words of Mouth (WOM)” http://libraria.fppti-jateng.or.id/index.php/lib/article/view/54 <p>Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauhmana komunikasi “Words of Mouth (WOM)” dapat mempengaruhi ketertarikan pemustaka terhadap layanan perpustakaan perguruan tinggi. Strategi komunikasi WOM akan dibahas dari sisi: pertama, cara pemustaka memanfaatkan dan menyebarluaskan<br>WOM tentang layanan perpustakaan; kedua, pandangan pemustaka terhadap komunikasi WOM mengenai layanan perpustakaan, dan ketiga, strategi pustakawan dan perpustakaan dalam memanfaatkan komunikasi WOM untuk mempromosikan perpustakaan. Strategi komunikasi<br>WOM di sini dilakukan secara online baik melalui media sosial facebook, sms broadcast maupun webmail. Strategi promosi layanan perpustakaan melalui komunikasi WOM ini dapat dikatakan sangat bermanfaat, antara lain untuk: pertama, mengetahui layanan perpustakaan yang berorientasi pada pemustaka; kedua, mengembangkan layanan perpustakaan perguruan<br>tinggi yang lebih inovatif dan kreatif; ketiga, meningkatkan kemampuan dan keterampilan berkomunikasi antara pustakawan dengan pemustakanya;<br>keempat, menjadikan berbagi informasi antara pustakawan perguruan tinggi dan pemustakanya sebagai suatu kebiasaan dan budaya; kelima, mengurangi kesalahpahaman dalam transfer informasi; serta keenam, memaksimalkan sumber daya yang ada di perpustakaan perguruan tinggi dalam proses layanan yang diberikan.</p> Tri Hardiningtyas Yuni Nurjanah ##submission.copyrightStatement## 2018-11-23 2018-11-23 49 59 Publikasi Ilmiah sebagai Salah Satu Kekuatan Konten Repository Institusi Perguruan Tinggi http://libraria.fppti-jateng.or.id/index.php/lib/article/view/55 <p>Sebagai kelanjutan dari perkembangan teknologi informasi adalah semakin terbukanya jaringan internet yang memungkinkan terjadinya komunikasi tanpa dinding danwaktu dan bagi perpustakaan mengakibatkan terbukanya<br>layanan –layanan berbasis digital sehingga akan semakin mempermudah<br>diseminasi informasi yang dimiliki oleh sebuah perpustakaan. Koleksi-koleksi tercetak yang semula menjadi koleksi utama dalam sebuah perpustakaan maka sekarang mulai didampingi dengan koleksi-koleksi digital yang lambat laun semakin menggeser peran koleksi tercetak. Perubahan<br>paradigma pun akan berubah sehingga perpustakaan digital akan semakin menjadi layanan masa depan yang akan membantu dalam penyebaran informasi dan pustakawan akan berperan untuk memberikan jasa layanan yang semakin kompleks tidak saja sekedar menyebarkan namun juga bertanggungjawab dalam seleksi untuk digunakan sebagai sumber rujukan pemustaka. Apalagi dengan fenomena hoax maka tugas pustakawan akan menjadi semakin berat. Maka profesionalis menjadi kata kunci bagi pustakawan untuk terus diperjuangkan agar masyarakat mengetahui bahwa profesi pustakawan merupakan profesi yang mempunyai<br>tanggungjawab yang besar dalam penyediaan informasi yang sehat</p> Agung Nugrohoadhi ##submission.copyrightStatement## 2018-11-23 2018-11-23 61 72 Peran Pustakawan dalam Kegiatan Lietrasi Informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi http://libraria.fppti-jateng.or.id/index.php/lib/article/view/56 <p>Literasi informasi merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pustakawan dalam mendukung tugas kepustakawannya. Baik kemampuan pengetahuan mengenai pengelolaan perpustakaan maupun penggunaan teknologi informasi, sehingga peran pustakawan dalam kegiatan literasi informasi di perpustakaan sangatlah diperlukan bagi perpustakaan dan pemustaka. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui peran pustakawan dalam kegiatan literasi informasi di perpustakaan Perguruan Tinggi. Metode penelitian ini dengan menggunakan deskriptif – kuantitatif yang dilakukan secara survey. Subjek penelitian adalah pustakawan dan obyek penelitian adalah kegiatan literasi informasi. Pengumpulan data melalui kuesioner, jumlah populasi dan sampel adalah sejumlah 26 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara sensus, dilakukan pada bulan Juli sd September 2018. Sedangkan pengolahan data dengan menggunakan program SPSS 22.0. Hasil yang didapatkan mengenai peran pustakawan dalam kegiatan literasi informasi di perpustakaan perguruan tinggi UNS, mempunyai kategori cukup tinggi karena sejumlah 14 orang atau 54,6 % menyatakan sedang yang terdapat pada nilai 111 – 126. Dari kedelapan indikator peran pustakawan dalam kegiatan literasi informasi rata-rata menunjukkan kategori cukup tinggi, hal ini dapat diartikan bahwa peran pustakawan dalam kegiatan literasi informasi dapat disimpulkan mempunyai<br>kategori cukup tinggi. Karena pustakawan disebut juga sebagai pekerja informasi jadi dalam kegiatan literasi informasinya masih perlu untuk ditingkatkan lagi.</p> Masriyatun . ##submission.copyrightStatement## 2018-11-23 2018-11-23 73 86 Knowledge Sharing: Strategi Menumbuhkan Budaya Inovasi Mengembangkan Keterampilan Abad 21 STKIP Al Hikmah Surabaya http://libraria.fppti-jateng.or.id/index.php/lib/article/view/57 <p>Knowledge sharing is believed to enable us exploring ideas, increasing productivity and innovation to develop an organization. This research is to understand how knowledge sharing and the basis values work at STKIP Al Hikmah. This research is focused on routine briefing activity. This research uses qualitative approach. The research informant technique is the purposive sampling. Data gathering was through observation, interview, literature study and documentation. Data triangulation is from the questionnaire given to all of the academics at STKIP Al Hikmah who join the routine briefing. The analysis used in this research was SECI Model. The result of this research showed that the academic at STKIP Al Hikmah follow all of the knowledge sharing’s stages. All of the four stages were internalized well. This shows through the implementation of knowledge and innovation. Values which become the basis of knowledge sharing is leadership, working values (discipline, responsible, loyal, teamwork and initiative), and also spiritual values. Knowledge sharing gives positive impact for the institution. This is shown by the achievement targets which were successfully reached together</p> Rizka Pratiwi ##submission.copyrightStatement## 2018-11-23 2018-11-23 87 102