Jabatan Fungsional Pustakawan dan Problematikanya

  • Sungadi .
Keywords: Problematika Pustakawan; Jabatan Fungsional; Perpustakaan Perguruan Tinggi

Abstract

Pustakawan merupakan salah satu profesi dalam dunia kepustakawanan.
Sebagai profesi tentunya diharapkan bahwa pustakawan harus dapat
memberikan pelayanan yang profesional sehingga para pustakawan harus
memiliki kompetensi yang memenuhi standar layanan kepustakawanan.
Diharapkan juga nantinya kinerja pustakawan yang profesional dapat
memberikan kontribusi yang positif terhadap mutu pelayanan perpustakaan
dan pengembangan karir pustakawan. Tulisan ini membahas tentang
problematika pustakawan dalam menjalani profesinya. Di lapangan
banyak ditemukan kendala yang dihadapi para pustakawan antara lain:
kesulitan dalam memahami butir-butir kegiatan pustakawan, rendahnya
pendidikan (yang diangkat melalui impassing), sehingga tidak sedikit
pustakawan yang diberhentikan sementara sebagai pustakawan yang
disebabkan tidak mampu mengumpulkan angka kredit sebagai syarat
kenikan pangkat dan jabatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
problematika Jabatan Fungsional Pustakawan Perpustakaan Perguruan
Tinggi (PPT) Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada
bulan Mei sampai dengan Agustus 2016 dengan menggunakan jenis
penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi dokumen. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa problemaika yang dihadapi Pustakawan
Perpustakaan Perguruan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah: (1)
tidak adanya persiapan sebelum menentukan pilihan menjadi
pustakawan; (2) sebanyak 90.63% pustakawan diangkat pertama kali
melalui impassing, sehingga dalam perjalanannya banyak mengalami
kendala; (3) terdapat 44,03% Pustakawan PPT DIY lebih dari 4 tahun
tidak mengajukan DUPAK, dan 37% diberhentikan sementara dari
Jabatan Fungsional Pustakawan, karena tidak mampu mengumpulkan
Angka Kredit yang diperlukan; (4) masih adanya pustakawan yang

berpendidikan SLTA dan non ilmu perpustakaan sebesar 29,56%. Temuan
lain adalah: jenis kelamin memiliki dominasi dalam pembinaan karir
bagi pustakawan PPT DIY di semua lini jabatan, mulai dari jabatan
pustakawan pelaksana sampai dengan pustakawan madya. Jumlah jenis
kelamin: Pustakawan Pelaksana = 62.50% perempuan, 37.50% laki-laki;
Pustakawan Pelaksana Lanjutan = 61.90% perempuan, 38.10% laki-laki;
Pustakawan Penyelia = masing-masing 50%; Pustakawan Pertama =
53.13% perempuan, 46.87% laki-laki; Pustakawan Muda = 46.15%
perempuan, 53.85 laki-laki; dan Pustakawan Madya = 52.38%
perempuan, 47.62% laki-laki. Sampai saat ini, pustakawan Perguruan
Tinggi DIY belum ada yang mencapai jabatan Pustakawan Utama.

Published
2018-07-18
How to Cite
., S. (2018). Jabatan Fungsional Pustakawan dan Problematikanya. LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 5(1), 31-53. Retrieved from http://libraria.fppti-jateng.or.id/index.php/lib/article/view/17