Strategi pengembangan literasi anak melalui program Getuk Golan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo
Abstract
This study aims to describe the strategy for developing children's literacy through the Getuk Golan program (Gerakan Bertutur, Games, Outbound, dan Literasi Anak), initiated by the Library and Archives Office of Ponorogo Regency as an effort to address the low reading interest index among children. Using a qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation, and were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model. The findings reveal that Getuk Golan is a community-based literacy innovation that integrates storytelling, educational games, outbound activities, and parental involvement in a fun and participatory learning atmosphere. The program not only improves reading and writing skills but also develops children's socio-emotional and cultural literacy through direct interaction in public spaces. The uniqueness of the program lies in its holistic approach that combines cognitive, affective, social, and cultural dimensions in an integrated manner, which differs from previous studies focusing only on a single method. This study concludes by recommending the replication of the Getuk Golan program in other regions as a strategic model for strengthening community-based children's literacy culture.
Keywords: children’s literacy; Getuk Golan; literacy strategy; library; Ponorogo
References
Ayu Wulansari, L. S. (2022). Dampak transformasi perpustakaan desa berbasis inklusi sosial. Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, 6(2), 113–121. https://jurnal.umpo.ac.id
Budianto, A. (2020). Peran perpustakaan dalam mendukung pendidikan masyarakat. Jurnal Ilmu Perpustakaan, 5(1), 33–40.
Fatimah, N. (2021). Mendongeng menggunakan panggung boneka sebagai media literasi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 99–108. (Catatan: referensi ini ditambahkan karena disebut secara ringkas dalam bagian kajian pustaka. Jika tidak tersedia di daftar awalmu, harap ditambahkan atau dikonfirmasi keberadaannya.)
Farikha, L., & Agustanti, R. (2024). Permainan fonemik dalam meningkatkan literasi fonologis anak. Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 55–63.
Fitria. (2022). Evaluasi program literasi anak: Studi kasus di Kabupaten Ponorogo. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 12(3), 89–97.
Hobbs, R., & Coiro, J. (2019). Teaching digital and media literacy: Approaches and outcomes. Journal of Media Literacy Education, 11(2), 1–19. https://digitalcommons.uri.edu/jmle/vol11/iss2/1/
Molyo, P. D. (2016). Pengaruh kecakapan media terhadap terbentuknya kewargaan aktif. Jurnal Komunikasi dan Media, 3(1), 17–25.
Nicolopoulou, A. (2016). The importance of storytelling in children's literacy development. Journal of Early Childhood Literacy, 16(4), 496–518. https://doi.org/10.1177/1468798415605094
Pramono, G. (2023, Maret 7). Konstruktivisme dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Dirokrat Guru Pendidikan Dasar. https://gurudikdas.kemdikbud.go.id
Rusdiyanti, S. (2023). Pentingnya literasi informasi dalam menghadapi tantangan informasi. Jurnal Multimedia Dehasen, 8(1), 390–398.
Septiari, A. M., Sari, N. L., & Yulianti, L. (2023). Permainan outbound dan dampaknya terhadap keterampilan sosial anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 44–52. (Catatan: referensi ini disebutkan dalam pembahasan. Jika tidak tersedia di daftar awalmu, harap ditambahkan atau disesuaikan.)
Simanjuntak, S. U. (2021, September). Inovasi layanan perpustakaan dalam meningkatkan peran sebagai sumber informasi. Dinas Perpustakaan Provinsi Babel. https://dkpus.babelprov.go.id
Wahyuni, D., Fitriani, S., & Rahayu, E. (2022). Keterlibatan orang tua dalam program literasi PAUD. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 121–129.
Wardhani, F. (2023). Literasi sebagai fondasi pembangunan manusia. Jurnal Sosial dan Pendidikan, 4(1), 33–39. (Catatan: jika digunakan di bagian manfaat literasi)




